Revolusi Memakan Anak Kandungnya Sendiri : Amir Syarifudin (2-END)

 
…….. [disambung dari seri 1]
 

 
Tahun 1932 saya berangkat dari Jakarta, dan memulai karier dokter di Medan Dli pada maskapai Kebon Tanjong Morawa.
 
 
Saya tidak bersedia masuk pegawai negêri, dan karena itu melepaskan kontrak saya de ngan Belanda. Berat juga hati saya ketika berpisah dengan Amir. Rasanya kami ba nyak persamaan dalam sifat, watak dan pe rasaan. [...]

Revolusi Memakan Anak Kandungnya Sendiri : Amir Syarifudin (1)

Tulisan berikut adalah salinan dari artikel yang ditulis di Majalah Prisma July 1977 oleh Abu Hanifah tentang Amir Syarifudin. Sebagai catatan, Abu Hanifah adalah teman sekolah Amir Syarifudin sejak jaman 20an. Dikemudian hari Abu menjadi spokeperson Masyumi sementara Amir menjadi salah satu founding father Indonesia (yang terlupakan). Tulisan ini bersambung.
>>>>>>>>>>>>
Rasanya tak perlu saya gambarkan terlalu [...]

Sumpah Pemuda 1928 dan Ralat dari Abu Hanifah terhadap Soekarno

> Kamis, 05 Juni 2008 08:10 WIB
>
>
> 20 Mei Sebagai Harkitnas Digugat Sejarawan Unimed
>
> WASPADA ONLINE
>
>
> (TEBINGTINGGI)
> – Sejarawan Universitas Negeri Medan DR Phil. Ichwan Azhari, MS,
> menolak penetapan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
> Alasannya, organisasi Budi Utomo yang [...]

Abu Hanifah tentang kedatangan Jepang

dari “abu hanifah: tales of revolution” tentang pendudukan jepang (1)
….once i was told that american submarines in the south china sea sunk
a japaneese ship which was loaded with the treasures of indonesia. I
wonder how much Japan had really taken from Indonesia during the occupation.
Without counting the lives of tens of thousands of people, the loot [...]

Belanda mengira Sultan Jogja mendukung mereka pada Aksi Militer 2

ada catatan penting dari buku ‘Sjahrir: statesman’ dari hamid algadri.
Pada saat Belanda melakukan aksi milter ke 2 dengan menyerang Jogja dan sekitarnya, ternyata Belanda salah perhitungan. Dalam aksi itu Belanda mengira mereka ‘membebaskan’ Sultan dari cengkraman Nasionalis yang dipimpin sukarno-hatta-sjahrir.
tapi mereka salah perhitungan, justru sebenarnya sultan berpihak dengan Republik. Dikiranya belanda sultan HB 8 ini [...]