http://www.iisg.nl/collections/hatta/index.php
Filed under: hatta, hatta-pre-independence | Tagged: hatta | Leave a Comment »
http://www.iisg.nl/collections/hatta/index.php
Filed under: hatta, hatta-pre-independence | Tagged: hatta | Leave a Comment »
Tulisan Titipan seorang kawan ….. copyright for him :-)
______________________________________________________
TANGGAPAN DARI KAMI………..
Kepada mbak atau mas atau siapa saja yang mengakui bahwa diri anda adalah seorang nasionalis tulen, kami sungguh senang karena ada teman dari Indonesia yang menanggapi tulisan kami yang sangat singkat, kami tidak anti kritik karena dengan kritik itu akan dapat membangun tapi tentunya dengan [...]
Filed under: Aksi Militer 2, amir syarifudin, general-1945-1946, hatta, hatta-post independence, hatta-pre-independence, revolusi, sjahrir, soekarno, sukarno, tan malaka | Tagged: revolusi indonesia | Leave a Comment »
kalau bicara dari perspektif jaman doeloe, golongan yang
paling aktif turut serta dalam memerdekakan Indonesia adalah kaum muda
yang ingin melepaskan generasinya dari belenggu kolonial-kapitalis
Belanda sementara sebagian golongan ‘tua’ cenderung lebih suka ‘in
status quo’ dengan sistem feudal yang dijaga Belanda.
Bicara sumpah pemuda yang dipelopori pemuda-pemuda pelajar di Jakarta
memang menarik karena di saat itulah semboyan “Unity” diperkenalkan.
Tapi apakah [...]
Filed under: hatta, hatta-pre-independence, soekarno, sumpah pemuda 1928 | Tagged: hatta sumpah pemuda | Leave a Comment »
- Distributism
According to distributism, the ownership of the means of production
should be spread as widely as possible among the general populace,
rather than being centralized under the control of a few state
bureaucrats (some forms of socialism) or wealthy private individuals
(capitalism). Distributism has often been described as a third way of
economic order between socialism and capitalism. However, [...]
Filed under: economy and philosophy, hatta, hatta-pre-independence | Tagged: hatta distributism | 2 Comments »
In the era of Dutch political repression and the nationalist restiveness of the early 1930, the PKI receded into the shadows,outlawed and disorganized. Altough later it made several attempts at recovery, it did not emerge as a serious political factor in Indonesia until after WW 2.
In the half-world, PKI struggled with Tan Malaka for control [...]
Filed under: economy and philosophy, hatta, hatta-pre-independence, sjahrir, soekarno, tan malaka | Tagged: hatta exile soekarno sjahrir pki tan malaka | 2 Comments »
>Karena tindakan radikalnya kembali yang berlanjut, tahun 1934 Bung
>Karno ditangkap dan diasingkan ke Ende (Flores), serta kemudian
>pada tahun 1938 dipindahkan ke Bengkulu. Perjuangannya melawan
>kolonialisme tidak pernah surut, bahkan di Bengkulu, Bung
>Karno aktif dalam kegiatan perkumpulan
> Muhammadiyah yang bercirikan Islam.
Dari buku Abu Hanifah , Ini periode ketika BK lebih banyak
bersentuhan dengan kaum agamis/Islam ketika sebelumnya sewaktu
berada [...]
Filed under: amir syarifudin, hatta-pre-independence, jaman jepang, sjahrir, soekarno | Tagged: pendudukan jepang soekarno hatta sjahrir amir | 2 Comments »
Filed under: general-1945-1946, hatta, hatta-post independence, hatta-pre-independence, sjahrir | Tagged: hatta sjahrir | Leave a Comment »
dialog jumat , paramadina
———————–
Beberapa waktu yang lalu ada saudara-saudara kita yang
mengangkat kembali masalah Piagam Jakarta. Ada
kekhawatiran hal itu akan menjadi pemicu perpecahan di
antara kita, padahal kita sudah sepakat untuk menjaga
kesatuan, bukankah begitu Cak Nur?
Ada sedikit perbedaan di sini menyangkut redaksi pasal
29. Dalam Piagam Jakarta, bunyi pasal 29 ayat 1 adalah
“Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
bagi [...]
Filed under: hatta-pre-independence | Tagged: hatta | Leave a Comment »
Seperti diketahui dari Madilognya Tan Malaka dan Hatta (Menoejoe Indonesia Merdeka). Pemikiran Bapak kita untuk memerdekan Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh Alam Nagari Minangkabau dimana ‘demokrasi Asli Indonesia’ sudah tersedia disana bahkan sebelum datangnya Belanda.
Masing masing nagari atau desa mempunyai consultative council sendiri sendiri yang saling menghormati dan mempunyai azas Demokrasi.
Dalam Demokrasi, perbedaan pendapat itu [...]
Filed under: hatta-pre-independence, sjahrir | 1 Comment »
Dari hasil diskusi, banyak good wisdom untuk kesejahteraan ummat :)
———-
Persatoean Ditjari , Per-sate-an jang Ada” (Hatta, kiriman cpatrw)
… terlihat jelas pengarahan pandangan terhadap ’persatuan’ dan ’perbedaan’, filosofis maupun praktis, meninggalkan pemahaman tradisionil yang sangat mendalam dipengaruhi terutama oleh way of thinking feodalisme Jawa. Kekuasaan feodal di masyarakat feodal adalah kekuasaan tyran otoriter, dan revolusi Prancis [...]
Filed under: hatta-pre-independence | Tagged: persatoean hatta | Leave a Comment »
TAHUN 1927, dan tahun-tahun berikutnya, selepas pemberontakan komunis yang gagal
di Sumatera Barat dan Banten adalah masa-masa sulit bagi kaum pergerakan, baik
di Indonesia maupun di Belanda. Pemberontakan itu bukan saja membuat pemerintah
kolonial terkejut, tetapi juga merupakan awal malapetaka bagi pergerakan
nasional. Sebab sejak itu aparat keamanan semakin bertindak keras terhadap semua
kegiatan politik kaum nasionalis.
Akibatnya, banyak pemimpin partai [...]
Filed under: hatta-pre-independence | Tagged: hatta | Leave a Comment »
Daulat Ra’jat ini sempat menjadi wacana di cornell publication
1981:
http://cip.cornell.edu/DPubS?
service=Repository&version=1.0&verb=Disseminate&handle=seap.indo/1107
016116&view=body&content-type=pdf_1#
Adapun , Daulat Ra’jat ini digunakan untuk mengganti “Daulat Tuanku”
seperti yang diquote dari buku Indonesia free dibawah ini:
“
… Hatta rejected the use of the term demokrasi asli (indigeneous
democracy) in case it was used by “backward looking aristocrats to
maintain their feudalistic system (of a slavish nature) in
Indonesia, using [...]
Filed under: hatta-pre-independence | Tagged: hatta | Leave a Comment »