Menganalisa kejadian Seputar Jatuhnya Kabinet Sjahrir pertama

Saya tulis ulang berdasarkan dua buku yakni Indonesian .. by Arnold Brackman yg terbit tahun 1963 dan Sjahrir:exile dari Mrazek yang terbit tahun 1994. Kedua buku ini walaupun ditulis dalam rentang yang sangat lama, tapi saling mengisi walaupun ada kontradiksi antara satu dan lain. 
Timbul pertanyaan kritis baru, seperti :
1. Apakah Bung Karno terlibat dalam pemebentukan [...]

Perjalanan Revolusi Indonesia & Relasinya dengan Revolusi di Negeri2 Dunia ke Tiga

Tulisan Titipan seorang kawan ….. copyright for him :-)
______________________________________________________
 

TANGGAPAN DARI KAMI……….. 
Kepada mbak atau mas atau siapa saja yang mengakui bahwa diri anda adalah seorang nasionalis tulen, kami sungguh senang karena ada teman dari Indonesia yang menanggapi tulisan kami yang sangat singkat, kami tidak anti kritik karena dengan kritik itu akan dapat membangun tapi tentunya dengan [...]

BUNG HATTA (1957): MINYAK DAN AIR TIDAK BISA BERCAMPUR

Hatta 

Oil and Water Do Not Mix (1957)
 
This excerpt comes from “Assessing Bung Karrno’s Conception,” an
article comnunting on the President’s Conception speech of February 21, I957 (fig), 
which was published as a supplement to the Djakarta
Daily Indonesia Baja, of March 5, 1957.
         
         
When we come to examine Bung Karno’s conception of a [...]

Tan Malaka dan Jenderal Sudirman

Kompas, Sabtu, 26 Juli 2008 | 01:29 WIB
ZULHASRIL NASIR
Membaca artikel Sabam Siagian, ”Tentang Tan Malaka” (Kompas, 12/7) yang menanggapi tulisan saya, ”Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional” (Kompas, 7/07), ada hal-hal yang ingin dikesankan mantan Dubes RI untuk Australia itu.
Pertama, politik diplomasi Syahrir seolah tak bermasalah bagi TNI dan pejuang sehingga kombinasi politik diplomasi dan [...]

menolak kutukan bangsa kuli

Nyinyir rasanya mengutip ucapan yang sudah puluhan, ratusan, atau malahan mungkin ribuan kali dilontarkan oleh Soekarno agar bangsa Indonesia jangan mau menjadi bangsa kuli dan menjadi kuli bangsa-bangsa lain. Namun, ketika memberikan amanat pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 1965 di Istana Negara, Soekarno justru pesimistis bahwa bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang dikhawatirkannya itu, [...]

kudeta militer 1952 sampai demokrasi terpimpin (reply)

reply dari milis:
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
>>saya pikir penyebabnya nasution resign bukan karena kasusnya
>>soekarmadji, tapi karena percobaan kudeta militer tentara ex-knil
>>melawan istana pada oktober 1952.
Memang di tahun 1952 Kolonel Nasution dicopot dari KSAD lantaran
kudeta gagal di depan istana, ketika moncong-moncong meriam dan tank
TNI diarahkan kepada Presiden Soekarno yg dengan tegar tetap bergeming
dari tuntutan para demonstran (tentara AD) yg menginginkan
dibubarkannya [...]

Perjuangan Pemuda Indonesia 1925-1928

kalau bicara dari perspektif jaman doeloe, golongan yang
paling aktif turut serta dalam memerdekakan Indonesia adalah kaum muda
yang ingin melepaskan generasinya dari belenggu kolonial-kapitalis
Belanda sementara sebagian golongan ‘tua’ cenderung lebih suka ‘in
status quo’ dengan sistem feudal yang dijaga Belanda.
Bicara sumpah pemuda yang dipelopori pemuda-pemuda pelajar di Jakarta
memang menarik karena di saat itulah semboyan “Unity” diperkenalkan.
Tapi apakah [...]

Apakah Soekarno berada di belakang PP pada 1946 ?

sebuah tjerita jang menarik untuk dicermati :
—————————————-
Sukarno, recognizing the need for some kind of a political will,
consented, but he cleverly divided his legacy among four heirs—
Tan Malaka, Iwa, Sjahrir, and Wongsonegoro—the last-named a
respected old-line nationalist with no following. Sukarno felt that
this group was representative of the main currents of the revolu-
tion—Sjahrir, the Marxist; Wongsonegoro, the [...]

Communist rebellion which leads to Sukarno-Hatta-Sjahrir exile

In the era of Dutch political repression and the nationalist restiveness of the early 1930, the PKI receded into the shadows,outlawed and disorganized. Altough later it made several attempts at recovery, it did not emerge as a serious political factor in Indonesia until after WW 2.
In the half-world, PKI struggled with Tan Malaka for control [...]

Tulisan Soekarno 1926: Nationalism, Islam and Marxism.

Arsip sejarah, tulisan asli Bung Karno asli pada 1926 di Soeloeh Indonesia Muda : Nationalism, Islam dan Marxism setelah ditranslasikan Ruth McVey.
NATIONALISM, ISLAM AND MARXISM
SOEKARNO
Like the son of Bima,1 who was born in an age of struggle, Young Indonesia2 now sees the light of day, at a time when the peoples of Asia are deeply [...]

Bung Karno, Hatta, Sjahrir dan Amir di kala pendudukan Jepang 1942-1945

>Karena tindakan radikalnya kembali yang berlanjut, tahun 1934 Bung
>Karno ditangkap dan diasingkan ke Ende (Flores), serta kemudian
>pada tahun 1938 dipindahkan ke Bengkulu. Perjuangannya melawan
>kolonialisme tidak pernah surut, bahkan di Bengkulu,  Bung
>Karno aktif dalam kegiatan perkumpulan
> Muhammadiyah yang bercirikan Islam.
Dari buku Abu Hanifah , Ini periode ketika BK lebih banyak
bersentuhan dengan kaum agamis/Islam ketika sebelumnya sewaktu
berada [...]

kejadian 1965 dan beralihnya dwi-tunggal menjadi tri-tunggal

Assalamualaikum,
Kalau kejadian 1965 heboh ya …
Dalam banyak perestiwa orang kebanyakan mau tahu hebohnya saja (peristiwa 1965, peristiwa madiun 1948) tapi tidak mempelajari aspek sebab-akibat dan hal-ikhwalnya.
Anyway dalam soal 1965, dalam Diskusi Indonesia post-suharto era di UC Berkeley tempo hari yang dihadiri sejarawan veteran Indonesia (misalnya dari Cornell) dan aktifis dari Indonesia , salah satu presentasinya [...]

Tiga Serangkai

………………….Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi/ Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak/Kenang, kenanglah kami/ Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat/Berikan kami arti/Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian/
Kenang, kenanglah kami/yang tinggal tulang-tulang diliputi debu/Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
( Chairil Anwar

Pembubaran KNIL dan poto Soekarno-Hatta very old picture–hard to find

http://www.geheugenvannederland.nl/?/en/zoekresultaten/pagina/1/hatta/%28%27hatta%27%20%2A%29/&colcount=0&wst=hatta
http://www.google.com/translate?u=http%3A%2F%2Fwww.geheugenvannederland.nl%2F%3F%2Fen%2Fitems%2FNIBG01%3ABG_6605%2F%26p%3D1%26i%3D6%26st%3Dhatta%26sc%3D%2528%2527hatta%2527%2520%252A%2529%2F%26wst%3Dhatta&hl=en&ie=UTF8&sl=nl&tl=en
End of Empire
http://www.geheugenvannederland.nl/?/en/items/NIBG01:BG_13775/&p=2&i=11&st=%20Soekarno&sc=(%20Soekarno%20*)/
http://www.geheugenvannederland.nl/?/en/items/NIBG01:BG_13776/&p=2&i=12&st=%20Soekarno&sc=(%20Soekarno%20*)/
Soevereiniteitsoverdracht in Indonesie – acte 1 -
http://www.geheugenvannederland.nl/?/en/items/NIBG01:BG_15810/&p=5&i=15&st=%20Soekarno&sc=(%20Soekarno%20*)/
DE PLECHTIGHEDEN IN DJAKARTA BIJ DE OPHEFFING VAN HET KNIL
http://www.geheugenvannederland.nl/?/en/items/NIBG01:BG_6605/&p=1&i=6&st=hatta&sc=%28%27hatta%27%20%2A%29/&wst=hatta
NEDERLAND EN NEDERLANDS-INDIE 1918-1949
http://www.geheugenvannederland.nl/?/en/items/NIBG01:BG_9453/&p=2&i=6&st=hatta

Tan Malaka 1945-1946 (seri satu)

dari buku Sjahrir Politics and Exile by Prof. Mrazek.
Menjelang kemerdekaan RI pada Agustus 1945 , pemuda yang menggerakan
Soekarno-Hatta adalah pemuda-pemuda radikal sayap kiri nasionalis
dengan aktor intelektualnya, Bung Sjahrir, pemuda pemuda tersebut
banyak juga yang merupakan simpaltisan aktif dari PARI-nya Bapak
Republik Indonesia, Tan Malaka.
Pemuda disini termasuk Soekarni, Adam Malik, Chaerul Saleh, BM Diah,
Mochtar Loebis, Djohan Sjahroezah (masih [...]