Perjalanan Revolusi Indonesia & Relasinya dengan Revolusi di Negeri2 Dunia ke Tiga

Tulisan Titipan seorang kawan ….. copyright for him :-)
______________________________________________________
 

TANGGAPAN DARI KAMI……….. 
Kepada mbak atau mas atau siapa saja yang mengakui bahwa diri anda adalah seorang nasionalis tulen, kami sungguh senang karena ada teman dari Indonesia yang menanggapi tulisan kami yang sangat singkat, kami tidak anti kritik karena dengan kritik itu akan dapat membangun tapi tentunya dengan [...]

Arsip Laporan Intelejen Belanda terhadap Tan Malaka (1946)

read directly from its source, enjoy. 
http://beeldbank.nationaalarchief.nl/viewer/archiefdocumenten/2.13.132/1039/115

Supriyadi

sangat membangkitkan keingintahuan ketika ada yang mengaku sebagai Supriyadi, konon pada peristiwa Blitar itu ada berita kalau Supriyadi kemudian menemui Tan Malaka di Bayah.
———
saya tertarik dengan keterangan kalau supriyadi kemudian mengungsi ke
bayah mencari tan malaka.

tidak ada keterangan baru dalam soal ini di buku From Jail to Jail
dari helen jarvis kecuali referensinya:

The most substantial uprising during [...]

Tan Malaka Files

Kumpulan tulisan Tan Malaka – lengkap bisa disimak disini:
http://www.tanmalaka.estranky.cz/

Tan Malaka dan Jenderal Sudirman

Kompas, Sabtu, 26 Juli 2008 | 01:29 WIB
ZULHASRIL NASIR
Membaca artikel Sabam Siagian, ”Tentang Tan Malaka” (Kompas, 12/7) yang menanggapi tulisan saya, ”Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional” (Kompas, 7/07), ada hal-hal yang ingin dikesankan mantan Dubes RI untuk Australia itu.
Pertama, politik diplomasi Syahrir seolah tak bermasalah bagi TNI dan pejuang sehingga kombinasi politik diplomasi dan [...]

Apakah Soekarno berada di belakang PP pada 1946 ?

sebuah tjerita jang menarik untuk dicermati :
—————————————-
Sukarno, recognizing the need for some kind of a political will,
consented, but he cleverly divided his legacy among four heirs—
Tan Malaka, Iwa, Sjahrir, and Wongsonegoro—the last-named a
respected old-line nationalist with no following. Sukarno felt that
this group was representative of the main currents of the revolu-
tion—Sjahrir, the Marxist; Wongsonegoro, the [...]

Communist rebellion which leads to Sukarno-Hatta-Sjahrir exile

In the era of Dutch political repression and the nationalist restiveness of the early 1930, the PKI receded into the shadows,outlawed and disorganized. Altough later it made several attempts at recovery, it did not emerge as a serious political factor in Indonesia until after WW 2.
In the half-world, PKI struggled with Tan Malaka for control [...]

opini warisan Tan Malaka

Opini: Warisan Tan Malaka
– Yandry Kurniawan Kasim*
KUNJUNGAN Harry A Poeze ke Indonesia disambut bak bangsawan oleh para pengagum Tan Malaka. Poeze berhasil menghadirkan sosok Tan Malaka di Indonesia, bahkan dunia internasional dengan utuh, lengkap, dengan berbagai romansa yang mengiringi alur kehidupannya.
Melalui berbagai karya Poeze, khalayak mengenal sosok Tan Malaka yang misterius dan/atau kegemilangan gagasan yang [...]

Tan Malaka dan ‘Ashrama’ Jepang 1943-1945

from abu hanifah book, tales of revolution:
the other political opponent of soekarno cabinet was Tan Malaka, who was already known during the dutch time as one of the top leaders of Indonesia Communist Party. He represented PKI at 4th Congress of Comintern. He was the leader of an attempted strike of government pawnshop employees, but [...]

Tan Malaka 1945-1946 (seri satu)

dari buku Sjahrir Politics and Exile by Prof. Mrazek.
Menjelang kemerdekaan RI pada Agustus 1945 , pemuda yang menggerakan
Soekarno-Hatta adalah pemuda-pemuda radikal sayap kiri nasionalis
dengan aktor intelektualnya, Bung Sjahrir, pemuda pemuda tersebut
banyak juga yang merupakan simpaltisan aktif dari PARI-nya Bapak
Republik Indonesia, Tan Malaka.
Pemuda disini termasuk Soekarni, Adam Malik, Chaerul Saleh, BM Diah,
Mochtar Loebis, Djohan Sjahroezah (masih [...]

Tan Malaka, Madilog dan Inferiority complex

Q:sebenarnya sejak kapan sih “kultur interiority-complex” seperti itu
>muncul.
>
A. Wah ini pertanyaan yg menarik dan saya koq sudah ketemu jawabanya dari
beberapa sumber.
Kalau dari ulasan Bapak Republik Indonesia, Mr. Tan Malaka , kejadian
itu terjadi sejak jaman masa “Kegelapan Indonesia” atau jaman
700-1600M. Tadinya “Bangsa” Indonesia nggak kayak begitu (terutama
waktu pelaut-pelaut dari Cina datang ke kepulauan Indonesia di abad2
pertama [...]