Tags

> Itu namanya memberikan kontrol, tapi bukan mengubah pola pikir
pelaku
> pasar… Hehehe. Iya kan? Pola pikir sang pelaku pasar akan selalu
> tetap, untuk mencari untung dan melipat gandakan uangnya. :) Karena
> itu memang tujuannya masuk ke pasar. Itu juga tugas dan kerjaan sang
> fund manager.

Owe bang. memang dari quote diartikel tsb membuat saya terheran, ya
jelas tidak mungkin mengganti perilaku pasar, yang bisa dilakukan
hanya melakukan regulasi jadi mesti ada strong state-intervention.

Sedangkan pilihan untuk masing-masing negara adalah melindungi dan
mengontrol pertahanan dan warga negaranya dari semua aspek
negatifnya, ini tugas negara. Istilahnya Kila MUG adalah “food
sovereignity”.

>
> Ada yang sebut bahwa para investor adalah orang-orang immoral, tapi
> bukan orang-orang amoral… Artinya mereka sebenarnya adalah
> orang-orang yang bermoral (bukan amoral, amoral = tidak punya moral)
> tapi pada saat mereka di pasar, mereka pasti berusaha mencapai
> tujuannya mencari untung/melipat gandakan uangnya tapi dengan
> mengesampingkan moralnya (ini yg kata beberapa orang sebagai
immoral)….
>

> Dalam pasar trading, banyak teori2 yang disampaikan banyak orang.
Tapi
> kenyataannya semua kembali pada kenyataan untuk setepat mungkin
kapan
> masuk dan keluar dari pasar, kapan beli kapan jual… Pada saat itu
> terjadi, pertempuran dalam diri sendiri sangat dahsyat… salah
> satunya adalah pertarungan dgn keserakahan (greedy).
>
> Banyak pengamat melihat pada saat minyak naik, maka pasar saham
lesu.
> Dan sebaliknya. Mereka hanya putar2 dan pindahkan uangnya dari sana
ke
> sini… Kalau nanti pasar minyak sudah tidak menarik lagi, mereka
> pindah lagi ke pasar yg lain… Begitu terus perjalanannya…
Mudah2an
> aja mereka tidak pindah dan mainkan pasar mata uang rupiah, ntar
> guncang lagi seperti kejadian 1998. Hehehehe…
>
> Btw, kam ikut main di pasar trading? Entah pasar saham atau apa
gitu?
>

Iya saya biasanya di Nasdaq makanya sedikit banyak tahu cara main
orang orang ini. Sebenarnya kapitalisme dan stock market itu bagus
jika di-driven untuk mendorong kesejahteraan manusia seperti yang kam
pernah bilang juga, misalnya bagus sekali kapitalisme melalui stock
market jika digunakan untuk membuat growth economy dan mendorong
terciptanya persh yang menciptakan teknologi dan effisiensi baru
(misalnya bikin persh Google,Apple atau Persh Solar atau persh
penyembuh kanker).

Jaman 2000 dulu kalau masih ingat, adalah jamanya dotcom boom, banyak
persh yang tiba2 sahamnya menjulang tinggi lalu kemudian crash tiba
tiba, banyak orang kehilangan tabunganya dan mengutip Kila MUG “at
long time semua gamenya terbuka”, mulailah persh seperti Enron dan
Anderson bangkrut yang kemudian diikuti dengan dipenjaranya beberapa
financial “guru” saat itu.

Kapitalisme+Globalisasi 3.0 bisa sangat berbahaya jika kapitalisme
ini digunakan untuk mengexploitasi kebutuhan masyrakat , ya seperti
Minyak ini. Sudah jelas sekali Minyak ini dimainkan sbg instrumen
hedging karena jatuhnya nilai Dolar. Dolar Jatuh karena Subprime
mortgage. Yang bikin subprime mortgage itu adalah US Gov dan Fed.
Lalu jika mereka yang membuat kesalahan fatal, kenapa pulak orang
seluruh dunia yang mesti kena getahnya ?

sekarang tarohlah problem minyak ini over dalam 3 bulan kemudian.
Tapi mungkin saja fund manager ini bikin issue baru tahun depan,
misalnya dia bikin klaim zat-zat kimia untuk obat batuk habis di
pasaran, hasilnya harga obat batuk naik 10 kali lipat, siapa lagi
yang kena batunya coba.

dari satu buku ekonomi terakhir, ada dua tipe kapitalisme yaitu good
capitalism dan bad capitalism, output dari keduanya (entah as good or
as bad) bisa dilihat dari kategorisasi kapitalisme tsb:

– state based capitalism
contohnya pemth yang mendorong satu subsektor ekonomi sbg tulang
punggung export.

– oligarchy capitalism
ini seperti di middle east dan indonesia ya, dimana peredaran uang
dikontrol oleh beberapa orang dan keluarga.

– large enterprise capitalism
ini contohnya AS dimana roda ekonomi didorong oleh persh2 yg listed
Dow Jones

– innovation based capitalism
capitalism yang dibangun untuk menciptakan teknologi baru.

So , klaim dari ekonomist ini, good capitalism bisa terjadi jika
kapitalisme dibuat untuk mendorong terciptanya enterpreneurship dan
produk2 baru.

Aku pikir ekonom ini berpikir ekonominya amerika hanya di Silicon
Valley saja :-)