Tags

> Laissez-faire,  atau . . . “in the  long run we are all dead” . . .
gurau dikit, hehehe . . . Gurau kecil ini maksud saya menggambarkan
dua macam pikiran dalam ekonomi atau dalam menangani ekonomi.
> Kadang-kadang saya terjerumus ke gurau ini, jadi ketawa karena
mengingat pengaruh kita yang sangat sedikit sekali (kalaupun ada)
dalam mengatasi persoalan ekonomi yang semakin mencekik rakyat kita,
tetapi kita tetap tak putus asa dan bahkan bersemangat tinggi
mau ‘mengatasinya’ atau menganalisa bagaimana mengatasinya. Semakin
tercekik rakyat kita, diseberang sana ada pula yang semakin gembung
perutnya penuh duit dan berpesta-pora.
> Laissez-faire, kontra pikiran Keynes, yang sangat sering
ditertawakan oleh orang-orang laissez-faire (penganut pasar bebas)
terutama dari ucapannya diatas.
> Sejak abad 15 di Eropah berlaku merkantilisme artinya negara
sendiri mengadakan dagang untuk negerinya, begitulah keadaan sebuah
negeri didunia ketika itu. 100 tahun kemudian muncul ide laissez-
faire (1680-an), dan 100 tahun kemudian (1770-an) muncul
teori “tangan tersembunyi” Adam Smith, dia sebenarnya menekankan lagi
laissez-faire, karena dia percaya sekali akan kejujuran manusia,
sampai-sampai kejujuran itu tidak terlihat baginya, tetapi
kebaikannya terlihat dan mengangkat kesejahteraan rakyat. Smith belum
bisa melihat ‘tangan tersembunyi’ seperti yang ditunjukkan dalam
posting MCP (greed game). Dan 100 tahun kemudian lagi
(1860-an) datang Marx menuliskan teori sama sekali baru dalam das
Kapital menyangkal semua teori-teori ekonomi sebelumnya, ekonomi
dibawah pengaturan kekuasaan negara karena alat produksi harus
ditangan negara.  Kurang dari 100 tahun kemudian datang Keynes, yang
sebenarnya mengulangi kembali merkantilisme dalam
>  zamannya Keynes (abad ke 20) atau mau menengahi laissez-faire dan
Marx?  Third way? 
> Kalau kita perhatikan di Indonesia atau di dunia sekarang inipun
terlihat jelas dua aliran pemikiran ekonomi ini masih saja berjalan,
juga dimilis kita hehehe. . . + the third way ? (mungkin).
> Bujur ras mejuah-juah

third way yang diusung clinton dan obama ini kadang2 disebut
socialism within capitalism atau mergernya Socialism + good
capitalism, bukankah begitu Kila ?

http://en.wikipedia.org/wiki/Third_Way_(centrism)

sebenarnya kondisi ekonomi global jaman sekarang tidak pernah
terdiktum secara jelas jadi mesti ada pemikiran baru. Kapitalisme
plus Globalisasi yang disebut sebagai Imprealisme jilid 3 ini membuat
semua pemikiran ekonomi sebelumnya menjadi sedikit invalid walaupun
secara fundamental masalahnya masih sama.

Mana mungkin sebuah negara bisa mensustain ekonominya jika harga
crude oil bisa swing 10 points hanya dalam tempo 24 jam.

Kita lihat saja “trend kenaikan harga minyak dunia” ini. Dari studi
chart jelas divergence oil pricing dengan normal pricing terjadi dari
pertengahan 2007 sejak Fed mengumumkan kesulitan likuiditas bank2 AS
yang meminjamkan uangnya kepada subprime mortgage loan.

(Subprime mortgage loan ini bisa didefinisikan = Bank Lippo
meminjamkan duit Rp. 2 milyar ke Pak Dulatip seorang pengangguran di
Bekasi untuk membeli rumah 4 kamar di kawasan elit Pondoh Indah).
Dari statistik para financier sudah tahu kalau mortgage tsb
akan reset pada Q1-Q2 2008. Otomatis bubble di housing market di AS
yang dimulai pada 2002 akan pelan pelan burst.

Maret 2008 , Carlyle Capital bangkrut, ini hedge fund yang dikelola
oleh group Carlyle dimana GWB punya andil disitu (dan juga raja
minyak Arab Saudi). Carlyle bangkrut menyebabkan Bear Stearsn
collapse sbg penjaminya. Bear Stearns ini investment bank yg umurnya
80 tahun lho. Bear stearsn bangkrut, ada dua pilihan untuk Fed:
membiarkan dia collapsed sesuai harapan “market”, dengan hasil
kemungkinan besar kapitalisme di AS collapse karena tidak ada bank2
luar AS yang mau meminjami duwit ke bank AS (dgn konsumen AS sebagai
kreditornya).

Atau Fed menolong Bear Stearns, tapi pasti terjadi Inflasi.

Jika Inflasi, maka bisa dipastikan harga komoditas menaik (terutama
dollar dan gold), kalau dollar dan emas naik, semua negara di dunia
akan kena.

Mister John Karo Karo yang tadinya bekerja di bilangan sudirman yg
sehari2nya harus menghabiskan uang Rp. 6000 untuk BBM sekarang harus
mengeluarkan uang Rp. 10,000 untuk sesuatu “nilai”nya sama.

“This crazyness” can only happen because of some decision in US Fed
where they jeopardize the rest of the world to save some rich
bankers !
Oh ya, dalam soal “crude” dan “oil sovereignity”, Tan Malaka  pernah
menulis begini :


But the indonesian Independence war will not be worth a penny to the
Indonesian if it merely results in changing the form of government:
if it simply changes the white man’s (Dutch) government for a brown
man’s (Indonesian).

For then the brown man will be, directly or indirectly, quickly or
slowly, turned into a puppet government [sic] (Gerpolek, p.24)
….
Mantap kali baca statement Tan Malaka yang ditulis 60 tahun y.l. dan
dihubungkan dengan zaman sekarang.
kalau mau kapitalisme dijalankan sebaiknya kapital tsb digunakan sbg alat untuk menstimulus ekonomi dan pertumbuhan , misalnya menstimulir bidang riset, hitech , kesehatan dan pendidikan di daerah tertinggal dan bukanya menggunakan kapital sbg alat untuk spekulasi, apalagi jika spekulasi tsb dilakukan secara kolektif dan massif (seperti subprime mortgage tsb).

 

 

 

 

 

 

 

> MUG

 

> > Agak lucu juga ya, bagaimana bisa mengubah pola pikir pelaku
pasar?
> > Yang pasti mereka ada di pasar untuk mendapatkan uang. Mereka ada
> > disitu untuk melipat-gandakan uangnya. Kita juga kalau punya modal
> >
> > Salam,
> > ET
> >
> >
>
> banyak yang bisa dilakukan oleh pengontrol pasar atau government
> (state intervention) bang.
>
> – commodity futures trading skrg ini punya margin 1:16, jadi kalau
> punya uang 100 dollar kam bisa mengontrol asset seharga 1600 dollar,
> 1600 dollar = 53 barrel. Jadi dengan 100 dollar saja anda bisa
kontrol
> 53 barrel. Sbg perbandingan stock margin di US adalah 1:2 saja.
>
>
> – Sebenarnya kita juga sudah tahu koq siapa invisible hands (sesuai
> istilah Adam Smith) yang
> memainkan harga minyak, mereka itu pension fund dan hedge fund,
banyak
> hedge fund ini yang dikontrol oleh pejabat publik AS. Pension Fund
> ini contohnya adalah CALpers, pension fund california state terbesar
> didunia.
>
> Solusinya adalah melarang mereka untuk investasi di komodity
trading,
> atau dibuat lebih transparan. Sudah ada solusi ini di WSJ.
>
> – Ketiga, karena naiknya harga crude dunia adalah karena dolar
inflasi
> akibat subprime mortgage dimana Fed menolong bank2 yang hampir
> bangkrut, maka Fed bisa melakukan langkah2 untuk menaikkan interest
> rate. Ini sudah jadi wacana juga.
>
>
> > besar, dan ikut turun dalam pasar minyak menjadi investor juga,
> > barangkali akan berbuat hal yang sama… :)
>
> Di market trading ada yang namanya “Follow the Big Money”, and
that’s
> exactly what makes pricing goes uncontrolled thus makes common
people
> suffers.
>
> Misalnya “pulpen” dijadikan komoditas trading, bisa saja pulpen yang
> tadinya hanya seharga 1 dollar bisa naik berlipat2 menjadi 1000
dollar
> karena big money memanipulasi pricingnya. “Market” bisa membuat
berita
> seolah olah pulpen dan tinta tidak ada lagi di pasaran, begitu
seterusnya.
>
> This is just a greed game.
>
>