Tags

Ini ada tanggapan  Hatta terhadap “Laissez
Faire”, dari tulisanya pada 1959 :

Q: Bagaimana jadinya teori ekonomi Laissez Faire dalam prakteknya ?

Hatta: Itu semua teorinya.  Dalam praktek tidak banyak daripada
dunia impian Adam Smith itu yang terjadi. Semua orang keluar mengadu
peruntungan dengan jalan `permainan dari pada tenaga masyrakat’.
Tetapi bagaimana sifat merdekanya ? itulah yang tidak ada !

Tindakan merdeka dan persaingan merdeka mungkin bisa baik hasilnya
apabila subjek-subjek ekonomi itu kira kira sama kuat kedudukanya.
sama sama tjerdik dan sama sama mempunyai kepandaian. Itulah yang
tidak ada dari awal.

Seperti disebut tadi, kaum buruh tidak mempunyai kekuatan dengan
adanya larangan berkoalisi sedangkan kaum kapitalis jang dari semua
sudah kuat karena memiliki alat2 penghasil dapat kebabasan menyusun
kekuatanya. Rakjat banyak jang hidup dari sehari ke sehari dari
tangan kemelut dihalau masuk ke arena perjuangan kelas sosial yang
sedih dengan tidak ada pertahanan. Akibatnya kehancuran hidup dan
demoralisasi.

Maka karena itu jang kaya bertambah kaja dengan laissez faire ini
sedangkan yang miskin tambah melarat. The rule of the market
menghendaki the rule of the game. Yang pertama diadakan, yang
kemudian tidak diperbuat sehingga permainan merdeka daripada tentaga
masyrakat sebenarnya tidak jalan. The rule of the game itu rupanya
yang dikehendaki kemudian hari oleh gerakan neo-liberalisme.